Artikel

Selasa, 17 April 2012

Topologi Jaringan Komputer

Topologi Jaringan Komputer merupakan sebuah pola hubungan antar terminal dalam suatu sistem jaringan komputer. Sedang jaringan komputer itu sendiri merupakan sekumpulan komputer yang saling berhubungan dengan sebuah protokol komunikasi melalui sebuah media komunikasi. 

Berikut ini adalah beberapa macam topologi jaringan komputer yang biasanya sering digunakan untuk membangun sebuah sistem jaringan komputer.

Topologi Jaringan Komputer

1. Topologi Bus
topologibus Topologi Jaringan Komputer
Topologi Bus
Topologi jaringan komputer yang biasanya digunakan pada waktu dulu adalah topologi bus. Pada topologi bus ini semua komputer di hubungkan menggunakan satu jalur komunikasi (kabel BNC) di mana pada kedua ujung jalur yang digunakan ditutup dengan sebuah terminator. Terminator merupakan sebuah perangkat yang menyediakan ketahanan listrik untuk menyerap sinyal-sinyal transmisi pada akhir sambungan.
Topologi jaringan komputer dengan topologi bus memiliki beberapa keuntungan dan kerugian yaitu :
Keuntungan :
  • Biaya murah, karena media transmisi berupa akbel tidak dibutuhkan terlalu banyak.
  • Setiap komputer bisa terhubung secara langsung.
  • Tidak membutuhkan peralatan aktif lainnya pada setiap komputer untuk terhubung ke media transmisi.
Kerugian :
  • Teknologi lama dan sudah ditinggalkan.
  • Deteksi kerusakan yang sulit.
  • Jika kabel pada satu komputer ada yang putus maka komputer yang lain juga akan mengalami gangguan.
2. Topologi Ring
topologi%252520ring Topologi Jaringan Komputer
Topologi Ring
Hampir sama dengan topologi bus, topologi jaringan komputer dengan menggunakan topologi ring menggunakan satu media transmisi untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer yang lainnya. Perbedaannya pada topologi ring kedua terminal yang berada di ujung media transmisi saling dihubungkan sehingga menyerupai sebuah lingkaran berbentuk cincin.
Topologi jaringan komputer dengan menggunakan topologi bus juga memiliki beberapa keuntungan dan kerugian, yaitu:
Keuntungan :
  • Hemat kabel sebagai media transmisinya.
  • Tidak akan terjadi peristiwa tabrakan data (collision) karena hanya satu titik saja yang aktif saat proses transfer data berlangsung.
Kerugian :
  • Sulit mendeteksi adanya gangguan.
  • Jika kabel pada satu komputer ada yang putus maka komputer yang lain juga akan mengalami gangguan.
  • Pengembangan jaringan tidak bersifat fleksibel (kaku).

3. Topologi Star
topologistar Topologi Jaringan Komputer
Topologi Star
Topologi jaringan komputer dengan menggunakan topologi star menggunakan sebuah terminal pusat yang biasanya disebut sebagai hub atau switch. Hub atau switch berfungsi untuk mengatur semua kegiatan komunikasi data antar komputer yang saling terhubung. Pada saat ini topologi jaringan komputer ini sering digunakan untuk sistem jaringan komputer warnet dan perkantoran.
Topologi star juga memiliki beberapa keuntungan dan kerugian, yaitu :

Keuntungan :
  • Hub/switch bertindak sebagai konsentrator.
  • Transfer data antar komputer bisa dilakukan secara bersamaan.
  • Bersifat fleksibel, mudah dilakukan penambahan komputer baru.
  • Kemudahan deteksi gangguan.
  • Jika kabel pada satu komputer ada yang mengalami gangguan, komputer yang lain masih bisa bekerja dan digunakan.

Kerugian :
  • Boros kabel, karena kabel ditarik dari masing-masing komputer ke hub/switch.
  • Jika Hub/Switch rusak maka seluruh komputer tidak dapat terhubung satu sama lain.

Data


Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.
Dalam pokok bahasan Manajemen Pengetahuan, data dicirikan sebagai sesuatu yang bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekedar ada dan tidak memiliki signifikansi makna di luar keberadaannya itu. Dia bisa muncul dalam berbagai bentuk, terlepas dari apakah dia bisa dimanfaatkan atau tidak.
Menurut berbagai sumber lain, data dapat juga didefinisikan sebagai berikut:
• Menurut kamus bahasa inggris-indonesia, data berasal dari kata datum yang berarti fakta
• Dari sudut pandang bisnis, data bisnis adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions)yang terjadi
• Pengertian yang lain menyebutkan bahwa data adalah deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi
intinya data itu adalah suatu fakta-fakta tertentu sehingga menghasilkan suatu kesimpulan dalam menarik suatu keputusan.

Senin, 09 April 2012

OSI LAYER



OSI Layer (open system interconnection) ialah konsep dasar pada suatu jaringan komputer, yang dibuat untuk menerangkan struktur dan fungsi protokol komunikasi data, OSI sendiri diciptakan oleh  ISO (International Standar Organization) yaitu suatu badan yang menyediakan kerangka logika terstruktur tentang bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Tujuan diciptakannya OSI layer ini sendiri untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data.

OSI memiliki 7 layer  yaitu :

1. Layer Fisik
2. Layer Data Link
3. Layr Network
4. Layer Transport
5. Layer Sesi
6. Layer Presentasi
7. Layer Aplikasi










Layer-layer pada OSI juga ada bagian-bagian, bagian itu dibagi menjadi dua yaitu upper layer ( aplikasi, presentasi dan sesi ), lowwer layer ( transport, network, data link dan fisik ). Pada OSI ini sendiri memiliki kelebihan yaitu protokolnya mudah diatur dan dipantau, jika layer yang dibawa diubah maka tidak akan mengubah atau mempengaruhi layer yang diatas, upper layer dapat menggunakan fungsi-fungsi yang telah didefinisikan oleh lower layer. Ada kelebihan pasti ada kekurangan, dalam OSI layer ini juga memiliki kekurangan yaitu layering juga dapat menambah kompleksitas proses, karena masing-masing layer harus mengerjakan fungsinya masingmasing dan memiliki kemampuan proses yang berlainan. Proses pembungkusan yang dilakukan untuk fungsi information hiding kurang efisien, karena setelah sampai ke host tujuan, pembungkus yang digunakan untuk menyembunyikan informasi tadi dibuang satu persatu.
Dari setiap layer juga memiliki fungsinya masing-masing, yaitu :

Physical Layer (fisik layer) :

  Layer ini berurusan dengan hardware
1.     Memindahkan bit antar devices.
2.     Berkomunikasi langsung dengan jenis media transmisi
3.     Merepresentasikan bit.
4.     Menentukan kebutuhan listrik, mekanis, prosedural, dan fungsional, mempertahankan dan menonaktifkan hubungan fisik antarsistem.
Data link layer :
1.     Mengkomunikasikan bit ke bytes dan byte ke frame.
2.     Menerima perangkat medua berupa MAC Addressing.
3.     Deteksi error dan recovery error.
4.     Menyediakan transmisi phisik dari data.
5.     Menangani notifikasi error, topologi jaringan, flow control.
6.     Memastikan pesan-pesan akan terkirim melalui alat yang sesuai di LAN menggunakan hardware address (MAC).
7.     Menterjemahkan dari layer network di atasnya ke bit-bit layer fisik di bawahnya.
8.     Melakukan format pesan atau data menjadi pecahan-pecahan (data frame).
9.     Menambahkan header yang terdiri dari alamat HW sources & destination (semacam informasi kontrol).
10.   Mengidentifikasi peralatan pada network.
11.   Membentuk enkapsulasi yang membungkus data asli.
12.   Enkapsulasi akan dilepas setelah paket diterima oleh layer di bawahnya.
13.   Enkapsulasi akan berlanjut di hop lain hingga paket sampai ke tujuan.
14.   Paket tidak akan berubah sepanjang pengiriman.
Network Layer :
1.     Mengangkut lalu lintas antar peralatan yang tidak terhubung secara lokal.
2.     Paket diterima oleh interface router.
3.     Router akan mencek alamat IP tujuan.
4.     Melakukan routing tabel.
Transport Layer :
1.     Melakukan segmentasi dan menyatukan kembali data yang tersegmentasi (reassembing) dari upper layer menjadi sebuah arus data yang sama.
2.     Menyediakan layanan transportasi data ujung ke ujung.
3.     Membuat sebuah koneksi logikal antara host pengirim dan tujuan pada sebuah internetwork.
4.     Bertanggung jawab menyediakan mekanisme multiplexing.
Session Layer :
1.     Mempertahankan data dari berbagai aplikasi yang digunakan.
2.     Bertanggung jawab untuk membentuk, mengelola, dan memutuskan session-session antar-layer di atasnya.
3.     Kontrol dialog antar peralatan / node.
4.     Koordinasi antar sistem-sistem dan menentukan tipe komuniskasinya (simplex, half duplex, full duplex).
5.     Menjaga terpisahnya data dari banyak aplikasi yang menggunakan jaringan.
Presentation Layer :
1.     Bagaimana data dipresentasikan.
2.     Menyajikan data.
3.     Layanan Penterjemah.
4.     Menentukan tipe data (gambar, audio, video, atau teks), enkripsi (ASCII atau EBCDIC), dan ekstensi file agar file siap ditampilkan dilayer aplikasi.
Aplication Layer :
1.     Interface antara jaringan dan SW aplikasi.
2.     Mengkomunikasikan service ke aplikasi.

Dalam setiap layer juga terdapat protokol, diantaranya :
Layer Aplikasi
o    HTTP (Hyper Text Transfer Protocol), protokol untuk transfer file HTML dan Web .
o    DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), protokol untuk distribusi IP pada jaringan dengan jumlah IP yang terbatas .
o    DNS (Domain Name Server), Database nama domain mesin dan nomor IP.
o    FTP (File Transfer Protocol), protokol untuk transfer file.
o    MIME (Multipurpose Internet Mail Extension), protokol untuk mengirim file biner dalam bentuk teks.
o    NNTP (Network News Transfer Protocol), protokol untuk menerima dan mengirim newsgroup
o    POP (Post Office Protocol), protokol untuk mengambil mail dari server.
o    SMB (Server Message Block), protokol untuk transfer berbagai server file DOS dan Windows.
Layer Presentasi
o    SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), protokol untuk pertukaran mail.
o    SNMP (Simple Network Management Protocol), protokol untuk manajemen jaringan.
o    Telnet, protokol untuk akses dari jarak jauh.
o    TFTP (Trivial FTP), protokol untuk transfer file.
Layer Sesi
o    NETBIOS (Network Basic Input Output System), BIOS jaringan standar.
o    RPC (Remote Procedure Call), prosedur pemanggilan jarak jauh.
o    SOCKET, Input Output untuk network jenis BSD-UNIX.
Layer Transport
o    TCP (Transmission Control Protocol), protokol untuk pertukaran data berorientasi (connection oriented).
o    UDP (User Datagram Protocol), protokol pertukaran data non-orientasi (connectionless).
Layer Network
o    IP (Internet Protocol), protokol untuk menetapkan routing.
o    RIP (Routing Information Protocol), protokol untuk memilih routing.
o    ARP (Address Resolution Protocol), protokol untuk mendapatkan informasi hardware dari nomer IP.
o    RARP (Reverse ARP), protokol untuk mendapatkan informasi nomer IP dari hardware (pembalik ARP).
Layer Data Link
o    PPP (Point to Point Protocol), protokol untuk point ke point. Protokol ini dipakai pada sub-layer
o    LLC (Logical Link Control).
o    SLIP (Serial Line Internet Protocol), protokol dengan menggunakan sambungan serial. Protokol ini dipakai pada sub-layer MAC (Media Access Control).
Layer Fisik
o    Electrical/Optical, Mechanical, Functional, dan Procedural protocol.

Demikian artikel editan saya, semoga bermanfaat .